Laman

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Oktober 2010

Rumah Pintar Jadi Objek Wisata Pendidikan

Kulon Progo(ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana menjadikan Rumah Pintar di Dusun Segajih, Desa Hargotirto, sebagai objek wisata pendidikan seperti Taman Pintar di Kota Yogyakarta.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo sekaligus koordinator pengelola Rumah Pintar Pilar Indonesia Cerdas, Sri Mulatsih, di Wates, Kamis, mengatakan, Rumah Pintar ini mampu mendorong dan menjembatani masyarakat Kulon Progo untuk memanfaatkan ilmu pendidikan. "Upaya itu penting, karena Kulon Progo membutuhkan objek wisata pendidikan," katanya.

Selasa, 28 September 2010

Desa Pinter di Bali

Desa Pinter di Bali, NTB-NTT Siap Beroperasi
Proyek Desa Pinter di Nusa Tenggara dan Bali Rampung
Dalam pengerjaan proyek Universal Service Obligation (USO) untuk Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK), PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) yang memenangkan tiga paket mengklaim telah menyelesaikan satu paket penuh lebih awal.
Ada pun paket yang telah rampung tersebut adalah paket 7 Lintasarta untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 428 PLIK.
Paket ini diklaim anak perusahaan Indosat itu sudah selesai sejak tanggal 31 Agustus 2010, lebih cepat 1,5 bulan dari tenggat waktu dari BTIP, yakni pada 15 Oktober 2010.
Adapun dua paket lainnya, yaitu paket 8 dan 9 dari 11 paket yang ada, masih dalam pengerjaan. Untuk diketahui, paket 8 meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Sedangkan, paket 9 termasuk di antaranya Maluku, Maluku Utara, Irian Jaya Barat dan Papua.
"Dengan selesainya pengerjaan paket 7, kami siap untuk menerima tambahan lokasi PLIK lainnya," kata Direktur Utama Lintasarta Samsriyono Nugroho melalui keterangannya, Senin 27 September 2010.
"Untuk fase kedua tender USO selanjutnya, yang sangat terkait dengan penyediaan jasa PLIK yaitu sebagai penyedia Sistem Informasi Manajemen dan Monitoring Layanan Internet Kecamatan (SIMM-LIK) dan port internet, kami juga siap untuk menjadi penyedia kedua jasa tersebut," tandasnya.
Program USO, atau lebih dikenal dengan desa pinter ini diperuntukkan bagi sekitar 5.748 kecamatan di seluruh Indonesia. Penentuan lokasi pengadaan layanan internet tersebut sudah diupayakan ada di tempat strategis di kecamatan. Sehingga mudah diakses dan berada dekat dengan lembaga pemerintahan, pendidikan, dan lain-lain.

Kamis, 23 September 2010

Mencari Bibit Musisi

Mencari Bibit Musisi di Sekolah Musik
SEKOLAH musik di Indonesia terus bermunculan. Seiring perkembangan musik yang semakin maju, apakah sekolah ini telah menghasilkan bibit musisi baru berkualitas atau hanya sekadar bisnis semata? Banyak orang menaruh harapan ketika belajar musik di sekolah musik.
Selain berharap mendalami skill bermusik, para siswa sekolah ini juga berharap bermusik dapat mengembangkan karier mereka di bidang tersebut. Yang paling penting, dengan sekolah musik banyak di antara siswanya yang berharap musik sebagai sebuah pekerjaan yang menjanjikan di masa depan, meski tidak jarang orang belajar musik hanya untuk melepas penat atau sekadar hobi. Sejak dua tahun gitaris band Gigi, Dewa Budjana, bersama teman- temannya membangun sekolah musik bernama Guitar School of Indonesia (GSI).

Universitas Terbuka Luncurkan ITV

JAKARTA, KOMPAS - Menyongsong Universitas Terbuka menjadi institusi Perguruan Tinggi Jarak Jauh atau PTJJ berkualitas dunia, Rabu (22/9) di Kampus UT Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Rektor UT Prof Ir Tian Belawati, MEd, PhD meluncurkan internet TV dan Dray Lab. UT sekaligus juga menyempurnakan misinya dan tengah mempersiapkan layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia yang bekerja dan berdomisili di Hongkong, Korea, Taiwan, dan Makau.
Dua produk layanan baru UT tersebut, internet TV (ITV) dan Dry Lab, bisa diakses di www.ut.ac.id. Peluncuran kedua produk itu sekaligus untuk merayakan Dies Natalis ke-26 UT.
Tian Belawati menjelaskan, saat ini layanan pendidikan yang sudah berjalan untuk WNI di luar negeri, antara lain, yang berdomisili di Arab Saudi, Malaysia, Singapura, dan sejumlah negara di Afrika. Ke depan, UT sedang mempersiapkan membuka layanan pendidikan bagi WNI yang sedang bekerja/berdomisili di Hongkong, Korea, Taiwan, dan Makau.

Rabu, 22 September 2010

Pelatihan Internasional

JAKARTA, (PRLM).- Sebanyak 320 guru, dosen, dan tenaga pendidik dari empat negara E-9 (negara dengan populasi terbanyak dunia) mengikuti program pelatihan guru internasional di Indonesia, 20 September s.d. 2 Oktober 2010.
Terdapat sembilan negara anggota E-9 yang diperkirakan mencakup 65 persen populasi dunia ini, meliputi Bangladesh, Brazil, China, Mesir, India, Indonesia, Meksiko, Nigeria, dan Pakistan. Sementara, pada ajang kali ini, empat negara yang mengirimkan pesertanya adalah Mesir, Bangladesh, Meksiko, dan Indonesia.
Mendiknas Mohammad Nuh membuka pelatihan itu di Gedung D Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Senayan Jakarta, Senin (20/9). Dalam sambutannya, Mendiknas menuturkan, forum ini bukan pertemuan biasa. Ini menjadi ajang untuk membangun kohesivitas. “Ini suara dari 65 persen penduduk dunia,” ujarnya.

Senin, 20 September 2010

Universitas Terbaik Sedunia

UI Masuk 300 Universitas Terbaik Sedunia

Universitas Indonesia (UI) menempati urutan ke-236 (Skor 42,90) dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia dalam 300 Universitas Terbaik Seluruh Dunia berdasarkan penilaian yang dikeluarkan QS World University Ranking terhadap sekitar 600 perguruan tinggi terbaik di dunia.
UI menduduki urutan ke-6 perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara dan peringkat ke-40 di Asia.
"Merupakan suatu kebanggaan UI bisa menjadi universitas terbaik di dunia dan bisa menjadi salah satu universitas yang terdepan di Asia Tenggara," kata Rektor UI Prof Dr der Soz Drs Gumilar Rusliwa Somantri, di Jakarta, Jumat (17/9/2010).

JAKARTA- KOMPAS.com -

Rabu, 21 Juli 2010

Wisuda Anak Dhuafa Berprestasi Dari Penjuru Indonesia

“Orang Miskin Tidak Boleh Sekolah”, memang bukan sekedar judul buku. Realita di masyarakat Indonesia menunjukkan masih adanya diskriminasi akses pendidikan, penyebab terbesarnya selalu sama: ketiadaan biaya.
Akan tetapi kalimat itu tidak berlaku di SMART Ekselensia Indonesia (SMART EI), sekolah menengah bebas biaya, akseleratif, dan berasrama. Sekolah ini, hadir untuk memenuhi hak anak-anak dhuafa memperoleh pendidikannya. Berdiri dari dana sosial masyarakat (baca: zakat, infaq, sedekah) yang dihimpun oleh Dompet Dhuafa, telah dua tahun ini, SMART EI meluluskan siswanya melalui sebuah prosesi: wisuda.