Selasa, 20 Juli 2010
Senin, 19 Juli 2010
Kajian Geologi Optimalkan Pembangunan Papua
Kajian geologi yang komprehensif penting dilakukan untuk mengoptimalkan kegiatan pembangunan di wilayah Papua.
Hal tersebut dikatakan Dosen Teknik Mineral, Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen), Marcelino Yonas,ST di Jayapura, Senin, menyikapi pentingnya kajian geologi untuk mendukung kegiatan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Dia mengatakan, agar pembangunan di suatu kawasan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, terlebih dahulu harus dilakukan survei untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan faktor-faktor geologi.
Hal tersebut dikatakan Dosen Teknik Mineral, Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen), Marcelino Yonas,ST di Jayapura, Senin, menyikapi pentingnya kajian geologi untuk mendukung kegiatan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Dia mengatakan, agar pembangunan di suatu kawasan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, terlebih dahulu harus dilakukan survei untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan faktor-faktor geologi.
Merekalah Pahlawan!
"Apa kabar, Pak?"
"Alhamdulillah, baik, Pak."
"Warungnya bagaimana?"
"Sudah saya tutup."
"Kapan?"
"Kira-kira dua bulan lalu, Pak."
Senyum ia berikan saat saya menyapa. Pak Gatot, begitu kami biasa menyebutnya. Ia bukan siapa-siapa. Hanya seorang karyawan rendah di Jakarta yang tengah menanti hari-hari pensiunnya. Seperti banyak orang lain setingkatnya di ibu kota, tentu berat beban hidup yang harus dipikulnya. Tapi, ia tak menampakkan wajah susah. Dengan segala kesederhanaannya, ia menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang yang cukup tenteram.
Pak Gatot bukan orang yang suka mengeluh. Situasi apa pun akan ia hadapi dengan tenang dan dengan segala keterbatasannya. Termasuk, soal rendahnya gaji di kantor yang ia terima. Ia lebih memilih berusaha mengatasi kesulitan ketimbang mengeluh berkepanjangan.
"Alhamdulillah, baik, Pak."
"Warungnya bagaimana?"
"Sudah saya tutup."
"Kapan?"
"Kira-kira dua bulan lalu, Pak."
Senyum ia berikan saat saya menyapa. Pak Gatot, begitu kami biasa menyebutnya. Ia bukan siapa-siapa. Hanya seorang karyawan rendah di Jakarta yang tengah menanti hari-hari pensiunnya. Seperti banyak orang lain setingkatnya di ibu kota, tentu berat beban hidup yang harus dipikulnya. Tapi, ia tak menampakkan wajah susah. Dengan segala kesederhanaannya, ia menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang yang cukup tenteram.
Pak Gatot bukan orang yang suka mengeluh. Situasi apa pun akan ia hadapi dengan tenang dan dengan segala keterbatasannya. Termasuk, soal rendahnya gaji di kantor yang ia terima. Ia lebih memilih berusaha mengatasi kesulitan ketimbang mengeluh berkepanjangan.
Kebutuhan Pokok
Kenaikan Kebutuhan Pokok
Harga sejumlah kebutuhan pokok terus melambung. Di berbagai daerah, harga cabai (merah keriting, merah besar, rawit), bawang (merah, putih, dan prei), minyak goreng, gula, beras, dan daging ayam terus melonjak. Cabai merah keriting di sejumlah daerah, seperti Lampung dan Bengkulu, harganya naik mencapai Rp 60.000 per kg. Padahal, pekan sebelumnya masih berkisar antara Rp 24-40 ribu per kg (Republika, 6/7/2010).
Harga sejumlah kebutuhan pokok terus melambung. Di berbagai daerah, harga cabai (merah keriting, merah besar, rawit), bawang (merah, putih, dan prei), minyak goreng, gula, beras, dan daging ayam terus melonjak. Cabai merah keriting di sejumlah daerah, seperti Lampung dan Bengkulu, harganya naik mencapai Rp 60.000 per kg. Padahal, pekan sebelumnya masih berkisar antara Rp 24-40 ribu per kg (Republika, 6/7/2010).
Langganan:
Postingan (Atom)