Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama General Electric (GE), perusahaan di bidang energi asal Amerika Serikat, mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (angin). "Indonesia sangat ambisius memanfaatkan energi alternatif. Kami siap bermitra dan berbagi tugas," kata Kepala BPPT Marzan A Iskandar pada Penandatanganan MoU tentang "Renewable Energy Development in Indonesia" di Jakarta, Rabu.
Dikatakan Marzan, Indonesia sangat ambisius, di mana melalui Perpres No. 5 Tahun 2006 mengenai energy mix nasional, Indonesia menargetkan pada 2025 akan menggunakan energi alternatif sebesar 17 persen dari bauran energi nasional. Energi angin merupakan salah satu dari energi alternatif yang akan dikembangkan BPPT bersama GE untuk meningkatkan rasio elektrisitas nasional, khususnya di kawasan pantai selatan, yang lebih memenuhi syarat untuk dikembangkan PLTB.
Kamis, 30 September 2010
Aturan Baru Bagi Imigran Ilegal
Pemerintah Terapkan Aturan Baru Bagi Imigran Ilegal
Pemerintah Terapkan Aturan Baru Bagi Imigran Ilegal
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menerapkan aturan baru bagi imigran ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia.
"Semua imigran ilegal akan dikenai tindakan keimigrasian," kata Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Ditjen Keimigrasian, M.J. Baringbing, di Jakarta, Rabu.
Tindakan keimigrasian itu berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-1489.UM.08.05 tertanggal 17 September 2010 tentang Penanganan Imigran Ilegal.
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menerapkan aturan baru bagi imigran ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia.
"Semua imigran ilegal akan dikenai tindakan keimigrasian," kata Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Ditjen Keimigrasian, M.J. Baringbing, di Jakarta, Rabu.
Tindakan keimigrasian itu berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-1489.UM.08.05 tertanggal 17 September 2010 tentang Penanganan Imigran Ilegal.
Rabu, 29 September 2010
Mulailah Gunakan Energi Terbarui
Indonesia diminta mulai serius untuk mengalihkan penggunaan sumber listrik, dari energi berbahan fosil dan batu bara menjadi energi yang terbarui. Energi yang terbarui kian lama akan kian murah dan efisien di saat sumber energi konvensional mulai sulit didapat dan menjadi kian mahal.
Demikian saran dari pakar energi dari Amerika Serikat (AS), Janice Hamrin. "Indonesia, mulailah bertindak untuk mengganti sumber energi konvensional yang berbahan fosil. Ini untuk kepentingan masa depan. Isu ini bukan hanya milik negara maju, namun negara berkembang juga harus memikirkannya," kata Hamrin dalam diskusi terbatas dengan dua media massa nasional, termasuk VIVAnews, di Kedutaan Besar AS di Jakarta, Selasa 28 September 2010.
Demikian saran dari pakar energi dari Amerika Serikat (AS), Janice Hamrin. "Indonesia, mulailah bertindak untuk mengganti sumber energi konvensional yang berbahan fosil. Ini untuk kepentingan masa depan. Isu ini bukan hanya milik negara maju, namun negara berkembang juga harus memikirkannya," kata Hamrin dalam diskusi terbatas dengan dua media massa nasional, termasuk VIVAnews, di Kedutaan Besar AS di Jakarta, Selasa 28 September 2010.
Selasa, 28 September 2010
Desa Pinter di Bali
Desa Pinter di Bali, NTB-NTT Siap Beroperasi
Proyek Desa Pinter di Nusa Tenggara dan Bali Rampung
Dalam pengerjaan proyek Universal Service Obligation (USO) untuk Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK), PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) yang memenangkan tiga paket mengklaim telah menyelesaikan satu paket penuh lebih awal.
Ada pun paket yang telah rampung tersebut adalah paket 7 Lintasarta untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 428 PLIK.
Paket ini diklaim anak perusahaan Indosat itu sudah selesai sejak tanggal 31 Agustus 2010, lebih cepat 1,5 bulan dari tenggat waktu dari BTIP, yakni pada 15 Oktober 2010.
Adapun dua paket lainnya, yaitu paket 8 dan 9 dari 11 paket yang ada, masih dalam pengerjaan. Untuk diketahui, paket 8 meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Sedangkan, paket 9 termasuk di antaranya Maluku, Maluku Utara, Irian Jaya Barat dan Papua.
"Dengan selesainya pengerjaan paket 7, kami siap untuk menerima tambahan lokasi PLIK lainnya," kata Direktur Utama Lintasarta Samsriyono Nugroho melalui keterangannya, Senin 27 September 2010.
"Untuk fase kedua tender USO selanjutnya, yang sangat terkait dengan penyediaan jasa PLIK yaitu sebagai penyedia Sistem Informasi Manajemen dan Monitoring Layanan Internet Kecamatan (SIMM-LIK) dan port internet, kami juga siap untuk menjadi penyedia kedua jasa tersebut," tandasnya.
Program USO, atau lebih dikenal dengan desa pinter ini diperuntukkan bagi sekitar 5.748 kecamatan di seluruh Indonesia. Penentuan lokasi pengadaan layanan internet tersebut sudah diupayakan ada di tempat strategis di kecamatan. Sehingga mudah diakses dan berada dekat dengan lembaga pemerintahan, pendidikan, dan lain-lain.
Proyek Desa Pinter di Nusa Tenggara dan Bali Rampung
Dalam pengerjaan proyek Universal Service Obligation (USO) untuk Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK), PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) yang memenangkan tiga paket mengklaim telah menyelesaikan satu paket penuh lebih awal.
Ada pun paket yang telah rampung tersebut adalah paket 7 Lintasarta untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 428 PLIK.
Paket ini diklaim anak perusahaan Indosat itu sudah selesai sejak tanggal 31 Agustus 2010, lebih cepat 1,5 bulan dari tenggat waktu dari BTIP, yakni pada 15 Oktober 2010.
Adapun dua paket lainnya, yaitu paket 8 dan 9 dari 11 paket yang ada, masih dalam pengerjaan. Untuk diketahui, paket 8 meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Sedangkan, paket 9 termasuk di antaranya Maluku, Maluku Utara, Irian Jaya Barat dan Papua.
"Dengan selesainya pengerjaan paket 7, kami siap untuk menerima tambahan lokasi PLIK lainnya," kata Direktur Utama Lintasarta Samsriyono Nugroho melalui keterangannya, Senin 27 September 2010.
"Untuk fase kedua tender USO selanjutnya, yang sangat terkait dengan penyediaan jasa PLIK yaitu sebagai penyedia Sistem Informasi Manajemen dan Monitoring Layanan Internet Kecamatan (SIMM-LIK) dan port internet, kami juga siap untuk menjadi penyedia kedua jasa tersebut," tandasnya.
Program USO, atau lebih dikenal dengan desa pinter ini diperuntukkan bagi sekitar 5.748 kecamatan di seluruh Indonesia. Penentuan lokasi pengadaan layanan internet tersebut sudah diupayakan ada di tempat strategis di kecamatan. Sehingga mudah diakses dan berada dekat dengan lembaga pemerintahan, pendidikan, dan lain-lain.
Senin, 27 September 2010
Penurunan Permukaan Tanah Jakarta.
Pemerintah perlu mewaspadai penurunan tanah di Jakarta Utara yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kerusakan sejumlah infrastruktur. Badan Jalan RE Martadinata yang ambles sepanjang 103 meter merupakan peringatan dini akan ancaman yang lebih besar.
Direktur Eksekutif Indonesia Water Institute Firdaus Ali, Sabtu (18/9/2010) di Jakarta Pusat, mengatakan, amblesnya badan jalan beton itu didahului penurunan permukaan tanah. Faktor abrasi air laut mempercepat amblesnya badan jalan itu.
Terdeteksinya penurunan 2,6 sentimeter permukaan badan jalan yang masih utuh, di samping badan jalan yang ambles, merupakan indikasi penurunan tanah. Daya dukung tanah bagian dalam berkurang sehingga memicu penurunan permukaan tanah penyangga badan jalan.
Direktur Eksekutif Indonesia Water Institute Firdaus Ali, Sabtu (18/9/2010) di Jakarta Pusat, mengatakan, amblesnya badan jalan beton itu didahului penurunan permukaan tanah. Faktor abrasi air laut mempercepat amblesnya badan jalan itu.
Terdeteksinya penurunan 2,6 sentimeter permukaan badan jalan yang masih utuh, di samping badan jalan yang ambles, merupakan indikasi penurunan tanah. Daya dukung tanah bagian dalam berkurang sehingga memicu penurunan permukaan tanah penyangga badan jalan.
Langganan:
Postingan (Atom)