Laman

Senin, 04 Oktober 2010

Indonesia Terbesar Ketiga Dunia

Perokok Indonesia Terbesar Ketiga Dunia
Perokok Indonesia Terbesar Ketiga Dunia
Indonesia masih menduduki peringkat ketiga untuk jumlah perokok di dunia, yakni sekitar 65 juta orang. Angka ini akan terus meningkat jika pemerintah tidak mengatur perilaku merokok dan industri rokok serta tidak menerapkan larangan iklan rokok.
Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Laksmiati Hanafiah, ketika ditemui Kompas.com, Sabtu (2/10/2010) di sela-sela Aksi Damai Sehat, Cerdas dan Berprestasi tanpa Rokok yang digelar di Citywalk Sudirman, Jakarta.
Menurut perempuan yang akrab disapa Mia itu, usia para perokok di Indonesia lebih banyak pada kisaran 15 hingga 19 tahun. "Di antaranya 70 persen dari jumlah perokok itu adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah," katanya.

Minggu, 03 Oktober 2010

Habibie Award untuk Pakar Chipset Indonesia

 
Dr Eko Fajar Nurprasetyo (paling kiri)


JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menganugerahi BJ Habibie Technology Award 2010 kepada Dr Eko Fajar Nurprasetyo, pendiri industri desain chipset pertama di Indonesia.
"Kami memandang sangat perlu memberi penghargaan kepada para pelaku teknologi di seluruh tanah air dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemajuan bangsa," kata Kepala BPPT Dr Marzan Azis Iskandar saat memberi sambutan pada BJ Habibie Technology Award 2010 di BPPT Jakarta, Selasa (28/9/2010) malam.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Hari Batik 2.0

Jika Anda melihat beberapa logo situs berita di Indonesia berubah jadi batik pada 2 Oktober, berarti Anda tengah menyaksikan hasil kampanye batik di dunia maya yang dilakukan oleh praktisi internet yang kini menjabat CEO Mojopia Shinta Witoyo Dhanuwardoyo bersamaan dengan Hari Batik.

Batik motif Yogyakarta dalam pameran Gelar Batik Nusantara di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 30 Agustus 2009. [TEMPO/Panca Syurkani]

Jumat, 01 Oktober 2010

Rumah Pintar Jadi Objek Wisata Pendidikan

Kulon Progo(ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana menjadikan Rumah Pintar di Dusun Segajih, Desa Hargotirto, sebagai objek wisata pendidikan seperti Taman Pintar di Kota Yogyakarta.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo sekaligus koordinator pengelola Rumah Pintar Pilar Indonesia Cerdas, Sri Mulatsih, di Wates, Kamis, mengatakan, Rumah Pintar ini mampu mendorong dan menjembatani masyarakat Kulon Progo untuk memanfaatkan ilmu pendidikan. "Upaya itu penting, karena Kulon Progo membutuhkan objek wisata pendidikan," katanya.

Pancasila Harus Dikembalikan Kepada "Fitrahnya"

Pengamat: Pancasila Harus Dikembalikan Kepada "Fitrahnya"
Yogyakarta (ANTARA) - Pancasila harus dikembalikan kepada "fitrahnya" sebagai pandangan dan jalan hidup, kepribadian dan jiwa bangsa, dan dasar negara, kata pengamat sosial budaya dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Daud Aris Tanudirjo.
"Betapa pun sulitnya, berbagai upaya harus dilakukan untuk menyelamatkan bangsa ini agar tidak menjadi bangsa lain. Cara yang paling utama adalah dengan mengembalikan Pancasila kepada `fitrahnya`," katanya di Yogyakarta, Kamis.